Bukti Pemeliharaan Tuhan
Pada tulisan pertamaku, aku ingin menceritakan betapa baiknya Tuhan Yesus memeliharaku pada proses pengerjaan skripsiku. Aku berharap siapapun yang membaca tulisan ini dapat melihat janji Tuhan bahwa benar Tuhan turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan.
"Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah." (Roma 8:28)
Pada tahun 2016, aku diterima sebagai mahasiswi di jurusan Teknik Industri Universitas Diponegoro Semarang. Bukanlah hal yang mudah bagiku untuk menetap sebagai anak rantau dan tidak mempunyai keluarga ditempat itu. Ada banyak sekali perjalanan hidup yang tentunya memberikan pelajaran untk mendewasakanku dan kabar baiknya Tuhan Yesus tidak pernah meninggalkanku selama proses 4 tahun itu.
Pergumulan Mahasiswa Tingkat Akhir
Ketika memasuki semester 7 ada banyak
sekali pergumulan yang aku alami baik itu homesick, patah hati dan yang paling
besar adalah SKRIPSI. Skripsi
sebenarnya bukan hal yang mudah tapi bukan berarti tidak bisa. Dulu, aku sempat
berpikir kalau lulus tahun ini sepertinya ga memungkinkan ditengah situasi pandemi covid-19
seperti ini (segala sesuatu serba online). Menurutku cukup sulit menjangkau
dosenku di situasi seperti ini, belum lagi bimbingan secara online membuatku lebih sulit mengerti dalam proses bimbingan
ditambah lagi sejak penetapan temapun, aku selalu merasa bingung terkait skripsiku
karena refrensi dari tema tersebut masih sangat sedikit.
Tuhan Menyediakan Melebihi Apa yang Kita Pikirkan
"Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia." (1 Korintus 2:9).
Dalam perasaan cukup bingung, aku tetap berupaya menyelesaikan Bab 1-3 kemudian aku coba memberanikan diri mengajukan bimbingan kepada dosen pembimbingku. Singkat cerita, 3 kali bimbingan online aku ga menyangka tiba-tiba dosenku mengatakan "Sonya belum seminar ya? Langsung daftar saja ya. Saya lihat proposal nya sudah matang" jujur aku kaget luarbiasa. Aku merasa itu bener2 kuasa Tuhan banget bisa seminar proposal padahal aku merasa masih belum pantes tapi Tuhan panteskan dan ini semua ada diluar pikiranku.
Namun, lagi-lagi terkadang aku masih merasa kuatir bagaimana terkait seminar proposal nanti, bagaimana kalau tidak lulus, bagaimana kalau gabisa jawab pertanyaan dll sampai akhirnya temenku mengatakan "Tuhan yang mengutus, Tuhan yang menyertai son. Kalau Tuhan udah mengizinkan sempro yaudah persiapkan aja bagianmu Dia pasti menyertai kok" Bersyukur sekali ditengah kondisi seperti ini ada teman-teman yang Tuhan sediakan untuk memberiku semangat.
Akupun
cukup mengimani,
Hingga akhirnya semua proses seminar proposal berjalan sangat luar biasa baiknya. Tuhan kasih kelancaran dan pemeliharan dalam waktu kurang lebih 1 jam dengan kondisi dosen penguji yang sangat baik sekali.
Melalui ini aku belajar :
Tuhan sudah menyediakan jauh melebihi dari yang pernah terpikirkan dan lihat sebelumnya. Bahkan Tuhan jauh membuat semua lebih baik dari apa yang kita bayangkan.
Belajar Bergantung Kepada Tuhan
Setelah seminar proposal ada sangat banyak pergumulan lainnya dan itu juga bukan hal yang mudah. Banyak banget proses yang harus dihadapi tapi kabar baiknya, Tuhan tetap kasih kekuatan. Saat itu aku cukup bergumul terkait pengumpulan responden utk mencakup 34 provinsi di Indonesia. Aku mulai buat target 200 dalam 2 minggu. Tapi Luar biasa banget pekerjaan Tuhan, Tuhan bantu aku dapat 200 Responden dalam 1 hari sehingga aku memperoleh 400++ Responden hanya dalam 2 hari, Bener2 aku merasakan kuasa Tuhan banget melalui ini, Bener2 semua selalu ada diluar pikiranku dan rencanaku.
Hingga tibalah proses pengolahan data, melanjutkan bab 4 5 6. Ada banyak sekali rintangan dalam penyusunan bab 4 5 6 hingga kurang lebih 2 bulan progressku masih sangat sedikit dan Jujur perasaan intimidasi itu muncul lagi tapi aku bersyukur Tuhan kasih banyak teman2 yang cukup memberikan semangat, motivasi, sharing khususnya dalam KTB (Kelompok tumbuh bersama). Temanku juga sering mengingatkan aku "Sonya mau mengejar apa son? Skripsi inikan untuk menyenangkan Tuhan. Jangan jadikan beban ya. Lakuin aja bagianmu Tuhan yang membantu ya! kalau gabisa lari jalan aja, kalau gabisa jalan merangkak aja, yang penting ada progres" Hingga akhirnya aku coba lagi berusaha mengerjakan.
Singkat cerita, deadline dari TU menyatakan bahwa syarat sidang agar bisa ikut wisuda periode Oktober adalah 15 September 2020. Disitu aku cukup panik tapi tetap berusaha untuk mengejar lagi dan berusaha semangat lagi. Namun terkadang dalam prosesnya berat sekali, aku merasa memakai kekuatan dan pikiranku sendiri sehingga akhirnya aku merasa cape. Hinga akhirnya, ketika aku sudah merasa ga sanggup lagi, aku menangis dan melakukan penyembahan dan aku benar-benar menyerahkan sepenuhnya bebanku kepadaNya dan seketika itu aku merasakan kelegaan yang luar biasa. Aku merasa beban itu seketika ringan. Aku yakin bahwa ternyata ketika aku menyerahkan dan melibatkan Tuhan Yesus, kami bersama-sama memikul kuk ini sehingga semua terasa ringan dan saat itu pula aku di ingatkan dengan hal ini :
“Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.”
(2 Korintus 12:9)
"Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan." (Matius 11:28-30).
Dari sini aku belajar bahwa ternyata yang kita perlukan adalah "mengandalkan Tuhan". Terkadang yang buat capek itu karena kita masih sering mengandalkan kekuatan diri sendiri, Kita terlalu berlari begitu cepat meninggalkan Tuhan dibelakang dan memburu waktuNya Tuhan sesuai dengan keinginan kita. Kadang kita lupa, kalau ternyata kita bisa sampai saat ini bukan karena kekuatan kita, tetapi karena Dia.
Berjalan Bersama Tuhan
Setelah aku menyerahkan sepenuhnya
kepada Tuhan, aku merasakan kelegaan dan mulai untuk berfikir untuk melakukan
bagianku saja dan biar Tuhan yang memperlengkapi. Meskipun terkadang dalam
prosesnya aku masih sering jatuh kembali tapi ini jauh lebih baik dari
sebelumnya. Waktu itu sudah H-6 batas maksimal daftar sidang, namun dikarenakan
situasi online seperti ini agak sulit untuk menjangkau dosen berdiskusi.
Namun, aku tetap berusaha menjangkau setiap hari meskipun sempat merasa “Yaudalah kalau semisalpun tidak bisa terkejar” Tapi lagi-lagi Tuhan kasih kejutan yang luar biasa dimana dosenku bisa diajak diskusi padahal situasi saat itu beliau sangat sibuk. Sangat banyak sekali revisi yang harus saya kerjakan dan merasa sedih namun saya coba Tanya dosen saya “Bu, sepertinya tidak memungkinkan ya kalau saya ikut wisuda periode oktober ini” kemudian dosen saya bertanya deadline dan mengatakan “Untung kamu ingatkan deadlinenya, bisa kok kamu kejar” seketika itu aku merasa terharu dosen pembimbingku sebaik itu dan aku percaya itu juga karena kemurahan hati Tuhan.
Kemudian aku coba merevisi dalam waktu 3 hari
meskipun harus membutuhkan usaha yang lebih tapi aku merasakan Tuhan yang
memeliharaku dan menguatkan aku. Bahkan
aku ga sampai sakit dalam proses ini. Akhirnya pada tanggal 14 September 2020 (H-1 DEADLINE) aku
mencoba mengajukan bimbingan. Namun, pada hari itu tidak jadi bimbingan.
Seharian aku cukup sedih dan merasa yasudalah kalau semisal belum waktuNya.
Kalau sudah waktuNya pasti ada aja cara Tuhan. Tiba-tiba keesokan harinya tanggal
15 September 2020 (DEADLINE MAKSIMAL
DAFTAR SIDANG) ketika aku bangun dan melihat Hp ada whatsapp
dari dosen pembimbingku jam 06.00 dengan isi “Sonya sudah bisa daftar sidang ya”. Jujur disitu aku mau nangis
terharu dan langsung berdoa mengucapkan syukur karena betapa baiknya Tuhan itu.
Semua berada diluar apa yang aku pikirkan!!
"Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu." (Yesaya 55:9)
Terkadang kita sering kali memikirkan hal-hal yang belum tentu terjadi tapi melalui ini aku diingatkan untuk memikirkan janji Tuhan saja, bersabar dan berserah kepadaNya.
Aku bergegas mempersiapkan seluruh berkas-berkas untuk pendaftaran sidang, betapa bersyukurnya aku memiliki dosen pembimbing sebaik dan sepengertian beliau. Singkat cerita jadwal sidang akhirku keluar yaitu hari Selasa tanggal 22 September 2020 jam 13.00. Jujur dalam persiapan menjelang sidang Tugas Akhir, aku merasakan pemeliharaan Tuhan Yesus dalam hidupku.
Aku mengimani bahwa kuasa doa itu benar-benar nyata. Menjelang hari sidang Tugas Akhirku, aku selalu meminta untuk dibawakan dalam doa bahkan sampai h-1 sidang tugas akhir aku melakukan persekutuan doa singkat bersama sahabatku, Kami melakukan doa berantai dan mereka mendoakan aku.
Jujur aku merasakan kepuasan sekali di dalam Tuhan dan
ketika aku menyerahkan sepenuhnya aku tidak merasa kuatir karena aku percaya “Tuhan yang menyertai aku waktu seminar
proposal juga pasti akan menyertai aku dalam sidang Tugas Akhirku”. Hingga
tiba di hari sidangku, meskipun ada banyak sekali permasalahan (Tiba-tiba wifi dirumah
rusak, jaringan mobile data juga tidak stabil) Tapi luar biasanya aku merasa
Tuhan ada bersamaku saat itu, aku merasa tenang dan tidak panik dalam
menyelesaikan permasalahaan itu. Hingga akhirnya dalam waktu 60 menit sidangku
selesai dan aku Sah memperoleh Sarjana Teknik. Namun, itu bukan hasil usahaku tapi hanya karena kebaikan Tuhan Yesus!
PRAISE THE LORD
"Waktu Tuhan pasti yang terbaik, Meskipun terkadang sulit untuk kita terima. Tapi Dia jauh lebih tahu diri kita dibandingkan kita sendiri. Belajar untuk tetap percaya akan janjiNya, Melibatkan Dia dan Menyerahkan sepenuhnya kedalam tanganNya"
Terimakasih Tuhan Yesus untuk setiap pemeliharaan dan kasih Tuhan, Terimakasih untuk Bapak Mama Abang dan Adikku yang selalu memberikan dukungan, Terimakasih untuk banyak pihak yang mendukung dan mendoakan.
Wow! Love this. ☺️👏 What an amazing story. Thank you for writing and sharing.
ReplyDelete